Selamat Datang

Kamis, 25 April 2013

Perlakuan Terhadap Buruh, Bagaimana Seharusnya ?



Fenomena buruh sedikit banyak telah menyedot perhatian masa sejak terjadinya revolusi industri di Eropa pada abad XV yang memaksa manusia untuk bekerja di pabrik-pabrik , lahan tambang, perkebunan dan lain-lain. Revolusi industri yang diklaim sejarawan sebagai tonggak kebangkitan Eropa setelah sejak berabad-abad lamanya tenggelam dalam kegelapan kekuasaan para Kaisar dengan doktrin-doktrin gerejanya ( sejak saat itu dimulai babak baru setelah adanya kompromi antara Kaisar dengan kaum ilmuan untuk memisahkan agama dari kehidupan, sebagai cikal bakal sekularisasi ), melahirkan fenomena-fenomena baru di tengah masyarakat. Di antaranya, muncul kelas pemodal ( kaum borjuis ) yang ' mengorganisasi' dan 'mengeksploitir' buruh untuk bekerja pada pabrik-pabrik mereka. Pada sisi lain, sistim feodalistik ini melahirkan kelompok masyarakat miskin, kelas pekerja ( kaum proletar ), yang menjadi 'budak' bagi para pemodal. Mereka diperas tenaganya secara paksa, tidak hanya orang laki-laki dewasa tapi juga anak-anak dan pekerja-pekerja wanita. Mereka diperlakukan layaknya seperti binatang.

Selasa, 19 Maret 2013

Akhlaq Seorang Muslim Terhadap Pemerintah

Pada edisi kali ini redaksi mengangkat tema tentang akhlak seorang muslim terhadap pemerintah. Semoga sajian dalam dua kajian ini bisa memberikan manfaat bagi pembaca.


Kajian Pertama


Para ulama menyatakan bahwa manusia bila tidak menghormati dan memuliakan pemerintahnya maka akan rusak kehidupan dunia mereka. Sedangkan bila mereka tidak menghormati dan memuliakan para ulamanya maka akan rusak kehidupan agama mereka. Sehingga para penguasa (umara) dan ulama merupakan dua komponen yang harus kita hormati dan muliakan.

Rabu, 13 Maret 2013

STOP PREMANISME BERKEDOK AGAMA

 
Islam itu rahmat bagi seluruh alam
 
            Manusia selalu mengidamkan keamanan, keselamatan, dan ketenteraman. Islam diturunkan sebagai rahmat seluruh alam.
 
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (الأنبياء :107)
 
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya’ [21]: 107)
 
Kerahmatan Islam menitikberatkan kepada perbaikan manusia dan pranatanya secara berkelanjutan. Ketika manusianya baik, maka akan baik pula alam ini. Kerahmatan itu dimungkinkan oleh hukum dan syariat yang diajarkannya (Tafsir Al-Wajiz, 1996: 332). Hukum dan syariat itu perlu diterjemahkan dalam capaian umat sehingga memajukan peradaban di negeri masing-masing.

Kamis, 27 Desember 2012

KIAT-KIAT MENGHINDARI PERPECAHAN


Sebelum membicarakan perpecahan, ada baiknya kita membicarakan terlebih dulu tentang ikhtilaf yang merupakan akar perpecahan. Ketahuilah, ikhtilaf (perselisihan) adalah sunnatullah yang pasti terjadi dan tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلاَيَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ . إِلاَّمَن رَّحِمَ رَبُّكَ